Penusukan

Cinta Ditolak, Sopir Mikrolet Tusuk Paha PSK

Kompas.com - 21/06/2012, 20:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Urusan cinta kadang bisa membuat orang gelap mata. Hal itulah yang terjadi pada Alwi (37), sopir mikrolet jurusan Tanjung Priok-Cilincing.

Alwi menusuk paha kekasihnya lantaran pinangannya ditolak, Kamis (21/6/2012). Korban merupakan seorang pekerja seks komersial (PSK), sementara tersangka adalah pelanggan korban.

"Korban merupakan pelanggan tetap tersangka. Mungkin karena cantik, tersangka mengajak nikah, tapi ditolak terus," kata Kapolsektro Cilincing, Kompol Nahrowi, Kamis (21/6/2012).

Nahrowi menjelaskan, kejadian tersebut terjadi di Jalan Baru Kesatriaan, RT 02/RW 01, Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara. Akibatnya, PSK bernama S (24), itu harus menjalani rawat inap di RS Koja, Jakarta Utara, dengan dua luka tusukan di paha.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, ketika S yang menumpang ojek menuju pasar Cilincing berpapasan dengan tersangka. Tersangka mengira sopir ojek tersebut adalah pacar korban.

Selanjutnya, tersangka mengejar motor yang ditumpangi korban hingga timbul keributan. Tersangka lalu memukul wajah korban.

Tak puas hanya memukuli, tersangka lalu mengambil kunci kontak mobil mikroletnya dan menusuk paha S sebanyak dua kali. Hal ini membuat korban histeris berteriak minta tolong dan berhasil menarik perhatian warga sekitar.

Namun sayang, tersangka berhasil kabur dari amuk warga yang melihat kejadian tersebut. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit akibat luka tersebut. Selang beberapa waktu, akhirnya tersangka berhasil ditangkap tidak jauh dari lokasi kejadian.

"Korban masih dirawat di rumah sakit, karena luka sobek di pahanya lumayan dalam. Berdasarkan informasi saksi, termasuk korban, pelaku berhasil ditangkap tak jauh dari lokasi," ujar Nahrowi.

Ia mengatakan, tersangka tega melukai kekasihnya karena kesal lantaran korban sering menolak pinangannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau